Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Kamis, Desember 18, 2008

Rakib Terancam PHK & 'Atid Menangis Tiada Henti

Assalamu'alaikum wr. wb.

Umat Islam wajib beriman kepada malaikat, karena iman kepada malaikat merupakan rukun iman yang ke 4. Alloh SWT tidak memberikan nafsu kepada malaikat. Sehingga mereka tidak mempunyai perasaan seperti manusia. Mereka hanya melaksanakan tugasnya masing-masing yang telah di tetapkan. Jika di ibaratkan dengan negara kita, malaikat itu kabinet dari sang Presiden yaitu Alloh SWT. Tetapi bedanya, para kabinet di negara kita memiliki nafsu, jadi mereka banyak yang tidak patuh dan sebagian besar dari mereka korup. Ada malaikat yang pernah di lihat manusia yaitu malaikat Jibril waktu menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW. Ada juga malaikat yang selalu mendampingi manusia yaitu malaikat Rakib dan 'Atid.

Dari semua malaikat yang tak terhitung jumlahnya, aku tertarik kepada malaikat Rakib dan 'Atid. Mereka adalah malaikat yang jumlahnya sama dengan seluruh umat manusia. Rakib bertugas mencatat seluruh amal baik manusia, sedangkan 'Atid adalah malaikat yang bertugas mencatat seluruh perbuatan buruk manusia. Mereka membawa kitab yang bekerja seperti harddisk penyimpan data yang berkapasitas tak terhingga. Mereka selalu setia mendampingi manusia. Rakib berada di pundak kanan kita, sedangkan 'Atid nangkring di pundak kiri kita. Sebenarnya mereka berdua sangat dekat dengan kita, tetapi kita sering mengabaikannya. Mereka seperti intel/mata-mata Alloh yang selalu mengawasi kita 24 jam tanpa henti selama hidup kita di dunia. Biasanya kalau kita tahu sedang diawasi oleh orang lain baik itu, orang tua kita, guru kita, atasan kita, maka kita akan waspada dan melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Tetapi, kenapa kita selalu mengacuhkan Rakib dan 'Atid.

Suatu malam, aku membayangkan bagaimana jika malaikat memiliki perasaan seperti manusia. Aku yakin akhir-akhir ini Rakib merasa bingung, karena dia terancam di PHK. Pekerjaan dia semakin sedikit. Manusia banyak yang lupa pada Alloh SWT. Iman mereka semakin kendor, sehingga mereka jarang beribadah dan jarang melaksanakan perintahNya. Dunia yang semakin modern, membuat manusia semakin bersifat indifidualis. Mereka tidak perduli dengan orang lain. Pahala tidak mereka hiraukan, sedangkan harta menjadi tujuan utama. Kebanyakan dari mereka hanya mau bersenang-senang di dunia, sedangkan akherat tak terlintas di pikirannya. Rakib selalu berdoa: "Ya Alloh, jangan sampai Engkau hentikan tanganku ini. Jadikan aku terus menulis amal ibadah manusia, sampai halaman terakhir kitabku ini".

Jika Rakib merasa bingung, 'Atid selalu sedih. Di selalu menangis tiada henti, setiap dia menggoreskan tinta penanya ke dalam kitab yang dipegangnya. Menurutku, pekerjaan 'Atid adalah pekerjaan yang paling menyedihkan. Dia selalu harus melihat semua adegan perbuatan buruk kita. Dia harus menyaksikan bagaimana kita menghianati Tuhan yang telah menciptakan kita. Kemudian dia tulis setiap detail kehinaan kita saat kita menuruti hawa nafsu, sambil dia menangis tiada henti. Kitab yang dibawanya tak pernah kering karena air matanya. Setiap dia menggorekan tintanya dia berdoa, "Ya Alloh yang maha pengampun, ampunkanlah kekhilafan hambamu ini, sadarkan dia, bimbinglah dia dan jadikan dia orang yang selalu bertaubat kepadaMu".

Setelah hari kiamat, kitab Rakib dan 'Atid akan menjadi bukti saat pengadilan kita di hadapan Alloh SWT. Kita akan menyaksikan setiap rincian perbuatan kita. Untuk itu, marilah kita sadar dan selalu ingat bahwa Rakib dan 'Atid selalu bersama kita, menyaksikan perbuatan kita dan selalu mencatat setiap amal kita. Sebelum kitab kita ditutup, mari kita berjuang memperbanyak amal ibadah kita, baik beribadah kepada Alloh (vertikal) maupun berbuat baik kepada sesama manusia (horizontal). Mulai saat ini, hindari perbuatan buruk. Jangan turuti nafsu kita dan kalahkan syetan yang selalu menggoda kita. Jika kita khilaf, semoga Alloh menjadikan kita orang selalu bertaubat. Amin.

Wassalamu 'alaikum wr.wb


*Aku persembahkan artikelku ini untuk temen2ku pengurus masjid Al-Istiqamah di Banda Aceh yaitu Sahrim Amin, Aji (Pak Ustad), Ilmi, Adi, Maman, dkk.


Selasa, Desember 16, 2008

Janin Takut Lahir ke Dunia

Ada mitos di masyarakat kita, jika wanita hamil dilarang melihat yang jelek-jelek karena dikhawatirkan akan menurun kepada sang bayi. untuk menangkalnya, ibu itu harus mengucapkan "Amit-amit jabang bayi, sambil mengelus-elus perutnya" (Ngomong-ngomong soal wanita hamil, kok aku ngerasa kalo wanita hamil itu terlihat lebih cantik, sexy dan auranya lebih memancar........betul ga???) Wanita hamil juga harus menjaga ucapannya, karena apa yang diucapkan sang ibu bisa berpengaruh kepada anaknya kelak. Bahkan ada penelitian bahwa jika ibu hamil mendengarkan musik klasik maka otak si bayi akan merespon dan berkembang lebih baik sehingga anak tersebut akan menjadi lebih cerdas dibanding anak biasa. Oleh karena itu, wanita hamil biasanya mengucapkan kata-kata yang bagus waktu ngobrol sama perutnya. (Kayak kisah ibu Yayuk, penjual peyek yutuk. Waktu usia kandungannya udah 8 bulan, dia mendoakan agar anaknya menjadi artis terkenal, presenter ternama, pemain film juga, tiap malem muncul di TV, kaya raya, banyak wanita yang mau dicium sama dia tetapi dia tetap setia pada istri dan menjadi manusia apa adanya. Begitu terus sampe sebulan kemudian akhirnya anaknya lahir. TWEWEWENG......! Anaknya mirip Tukul lengkap dengan rambut cepak dan kumis-kumisnya.......amit-amit jabang bayi deh!!!)

Maaf itu cerita yang salah, ceritaku yang bener itu begini. Ada seorang ibu yang hobinya duduk di sofa sambil nonton berita di TV. Kegiatan ini dilakukan juga selama dia hamil. Sewaktu hamil tua, janin yang dikandungnya mulai resah. Kemudian janin itu bertanya kepada Tuhan. "Tuhan, kata malaikat aku akan segera lahir, apakah betul? Tuhan menjawab"Betul sayangku". Janin berkata, "Tapi aku takut Tuhan, masih janin saja sudah terancam. Banyak janin-janin yang umurnya lebih muda dari aku gugur karena aborsi dan banyak juga temanku yang belum lahir sudah terinfeksi virus HIV. Apalagi aku dengar berita dari TV bahwa jumlah pengidap HIV baru di dunia mencapai angka 2,7 juta di tahun 2007 (Laporan UNAIDS). Sementara itu di Jakarta, Jumlah pengidap HIV bertambah dua kali lipat menjadi 3.607 orang, dalam jangka waktu kurang dari 3 tahun (Gubernur Fauzi Bowo). "Kemudian, bagaimana bila aku lahir nanti Tuhan?. Dunia sedang krisis, harga barang mahal. Banyak bayi kekurangan gizi. Di kota Bekasi di tahun 2008 anak balita penderita gizi buruk meningkat menjadi 827 anak (Kep. Dinkes Bekasi). Bahkan beberapa penderita gizi buruk sampai meninggal dunia seperti di kota Makasar belum lama ini". Tuhan tersenyum, kemudian Tuhan menjawab, "Dari semua malaikatKu, akan Kupilihkan 1 yang khusus untukmu. Malaikat itu akan selalu menemanimu, merawatmu dan mengasihimu".

Kemudian sang janin mengadu lagi, "Tuhan, aku disini sudah bahagia, hanya tersenyum dan bernyanyi, bagaimana bila aku didunia nanti?". Tuhan menjawab, "Malaikatmu akan membisikkanmu dengan kata-kata yang paling indah, menyenandungkan lagu untukmu, selalu disampingmu, sehingga kamu bisa tersenyum setiap hari". Sang janin masih bingung, "Kriminalitas di dunia semakin meningkat karena pengangguran bertambah banyak tetapi lapangan kerja sedikit, terus siapa yang akan melindungiku nanti?" Tuhan kembali menjawab, "Tenang, malaikatmu akan melindungimu walaupun nyawanya menjadi taruhannya. Dia akan sering melupakan kepentingannya sendiri demi keselamatanmu." Namun si kecil ini malah sedih, "Ya Tuhan, aku sedih jika tak melihatMu lagi, aku juga takut jika nanti aku di dunia akan melupakanMu, tidak melaksanakan ajaranMu, melanggar laranganMu, menghianatiMu hanya demi urusan dunia saja". Tuhanpun kembali menjawab, "Malaikatmu akan selalu mengajarkanmu keagunganKu, mendidikmu agar kamu taat dan patuh kepadaKu. Dia juga akan selalu mengingatkamu tentangKu. Walau begitu Aku akan selalu disisimu". Suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup. "Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku..." Tuhan menjawab, "Kamu akan memanggil malaikatmu dengan sebutan: Ibu......."(Terinspirasi dari Motivasi Net, Ir. Andi Muzaki, SH, MT)

Tugas kita lah menjaga, memelihara dan membuat dunia ini menjadi tempat yang indah, aman, nyaman dan tentram bagi manusia-manusia baru setelah kita yang siap lahir ke dunia menggantikan kita yang segera berakhir masa tugas kita dinuia.

"Kudengar dooooa ibukuuuu.....ada namaaaaa ku disebuuuuut......"

Minggu, Desember 14, 2008

Krakatau 1883


Syair Lampung Karam

(Orang banyak nyatalah tentu,
Bilangan lebih daripada seribu,
Mati sekalian orangnya itu,
Ditimpa lumpur, api dan abu.


Pulau Sebuku dikata orang,
Ada seribu lebih dan kurang,
Orangnya habis nyatalah terang,
Tiadalah hidup barang seorang.


Rupanya mayat tidak dikatakan,
Hamba melihat rasanya pingsan,
Apalah lagi yang punya badan,
Harapkan rahmat Allah balaskan.)

Selama sekitar setahun merantau hidup di tanah Aceh, aku telah banyak mendengar cerita dahsyatnya bencana tsunami (26/12/04). Setelah terjadi gempa dahsyat, tiba-tiba air laut meluap masuk ke kota setinggi pohon kelapa menghantam semua yang dilewatinya. Tepatnya gempa terjadi pada waktu 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° E Koordinat: 3.316° N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Asia Tenggara. Menewaskan lebih dari 150.000 jiwa di 14 negara termasuk Indonesia. (id.wikipedia.org)

Ternyata kedahsyatan tsunami di Aceh bukanlah yang pertama kali di Indonesia. Tanggal 20 mei 1883, gunung Krakatau batuk-batuk, kemudian akhirnya meletus tanggal 26, 27 dan 28 Agustus 1883. Letusan dahsyat krakatau menimbulkan awan panas setinggi 70 kilometer dan tsunami setinggi 40 meter, menewaskan sekitar 36.000 orang. Desa-desa hancur dilanda tsunami, lumpur, serta hujan batu dan abu. Keadaan ini digambarkan oleh seorang pribumi bernama Muhammad Saleh yang menggambarkan letusan Krakatau ditulis dalam "Syair Lampung Karam". Syair ini panjangnya 38 halaman dan terdiri dari 374 bait. Diterbitkan tanggal 10 Safar 1306 Hijriah (16 Oktober 1888) di Kampung Bangkahulu (sekarang Bancoolen Street) Singapura. Ditulis dalam bahasa Melayu dan memakai aksara Arab-Melayu(Jawi). Inilah gambar halaman penutup Syair Lampung Karam diambil dari koran Kompas (12/9/08).


Syair Lampung Karam adalah edisi keempat. Edisi pertama suber tertulis pribumi terbit di Singapura dalam bentuk cetak batu (litography) pada tahun 1883/1884, berjudul "Syair Negeri Lampung yang Dinaiki oleh Air dan Hujan Abu". Berisi 42 halaman. Edisi kedua muncul tidak lama kemudian. Terbit tanggal 2 Safar 1302 H (21 November 1884) di Singapura berjudul "Inilah Syair Lampung Dinaiki Air Laut" (42 halaman). Edisi ketiga berjudul "Syair Lampung dan Anyer dan Tanjung Karang Naik Air Laut" (49 halaman) . Diterbitkan oleh Haji Said pada tanggal 27 Rabiul Awal 1301 H (3 Januari 1886) di Singapura juga.(Dirangkum dari koran Kompas edisi 12/9/08)

Bencana Alam terus terjadi silih berganti. Datang tak diundang, pergi tak diantar (kaya jelangkung yah....). Datang tiba-tiba, tidak ada satu manusiapun yang sanggup meramalkan apalagi menghindarinya. Tempat kejadian, waktu, kapasitas, intensitas dan siapa korban taget sasarannya tidak dapat diprediksi. Harta benda, kekayaan, kemewahan yang kita kumpulkan dengan mengorbankan sebagian besar waktu hidup kita di dunia yang seharusnya kita gunakan untuk beribadah kepadaNya, tidak dapat membantu menyelamatkan kita dari bencana alam. Jika kita selamat dari bencana-bencana yang telah lalu, bukan tidak mungkin kita adalah korban bencana berikutnya. Apakah kita sudah siap???

Jumat, Desember 12, 2008

Cicak Mati Terinjak





Seperti biasa, hari ini aku sholat jum'at di masjid Al-Istiqomah, Sukaramai, Banda Aceh. Aku duduk ditengah dengan semangat. Saat aku lagi agak ngantuk, tiba-tiba seekor cicak jatuh ke punggung pria yang sedang terlelap sambil duduk bersila dihadapanku (mungkin cicaknya ngantuk juga karena mendengarkan khotbah yang monoton tadi, jadi jatoh deh.....hehe). Pria itu terbangun langsung mengusir cicak tersebut, sehingga cicak itu lari terbirit-birit. Akan tetapi, untuk mempertahankan diri tidak mudah. Habis terhindar dari pria pertama dia terancam oleh pria disamping pria pertama tadi. Pria kedua ini juga tidak suka dideketin sama cicak tersebut (terlihat dari mukanya yang berubah menjadi SANGAR). Sang cicak lari lagi. Dengan sekuat tenaga dia lari menghindari kerumunan pria yang duduk rapi bersaf-saf. Sewaktu muter-muter kebingungan dan tempat yang aman tidak kunjung terlihat, terdengarlah suara Iqomat berkumandang. Seluruh pria di ruangan itu berdiri dan bergegas mengisi saf yang kosong didepannya. Akhirnya aku menjadi saksi dengan mata kepalaku sendiri, aku melihat cicak itu mati terinjak oleh seorang jamaah yang tidak sengaja membunuhnya.(Innalillahi wa innailaihi Raji'uun)



Di era modern sekarang ini, masyarakat kita masih banyak yang mempercayai mitos. Mitos adalah kepercayaan nenek moyang kita dulu yang kemudian di tanamkan ke otak anak cucu mereka. Menurutku mitos itu 50% benar dan 50% salah. Ada mitos bahwa jika kita kejatuhan cicak maka kita akan mendapat sial. Kata orang, untuk terhindar dari sial tersebut maka sang cicak harus dibunuh. Menurutku mitos ini tidak benar. Kenapa menyalahkan cicak apalagi harus membunuhnya, hanya karena suatu anggapan yang belum tentu akan terjadi. Orang sial karena perbuatannya sendiri, tidak ada hubungannya sama cicak. Justru menurutku cicak itu yang terkena sial, udah jatuh, badan sakit, belum sempat bersyukur karena masih hidup, dia langsung dikejar dan diburu untuk dibunuh manusia. Apalagi kalau kita kejatuhan ee cicak ("temendil" dalam bahasa ngapak Banyumas), langsung deh keluar dari mulut kita ANJING..!/KAMPRET..!/MONYET..!WEDUS..!/BAJINGAN..!/SETAN..! dan kata-kata kasar lainnya (kayaknya ada yang salah...apa yah??). Trus kita lempari cicak itu pake sandal, sapu, kita jepret pake karet dan dengan segala cara kita jatuhkan cicak itu (pengalaman pribadiku dulu).



Wahai manusia janganlah begitu pada cicak, mari kita jaga sikap kita. Kita hidup di dunia harus selaras dengan makhluk lain. Seperti waktu hari raya Idul Adha 4 hari yang lalu, parang yang dipakai untuk menyembelih hewan kurban harus yang tajam supaya tidak menyiksa hewan tersebut. Seharusnya kita bersyukur, ukuran ee cicak itu kecil. Coba kalau binatang yang bisa menempel di dinding itu kerbau. Gimana jadinya kalo kita kejatuhan ee kerbau ("telepong" dalam bahasa ngapak Banyumas) tepat di muka kita.